Guru wajib ngeBlog

  Bandung – Kemampuan menulis, adalah hal mutlak yang harus dikuasai oleh guru. Tanpa menulis jangan harap bisa naik pangkat. Demikian ditegaskan oleh Sekjen Klub Guru Indonesia (KGI), Mohammad Ihsan, Sabtu (21/3/2009). dalam acara Silaturahmi Klub Guru Indonesia, di GSG Salman ITB, Bandung.

“Menurut peraturan pemerintah, akan sulit bagi guru untuk dapat naik pangkat dari golongan IV/A ke IV/B jika tidak mampu membuat karya tulis. Bahkan saat ini sedang digodok di Menpan (Pendayaan Aparatur Negara – red.), kemampuan membuat karya tulis tersebut akan diterapkan dari guru golongan III/B dan III/C,” tegas Ihsan.

Untuk itulah maka dalam kesempatan berdiskusi dengan sekitar 50 orang perwakilan KGI dan industri pendukungnya, Ihsan menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya guru, dalam era pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dewasa ini.

Selain itu, menurut Ihsan, setidaknya guru yang bergabung dalam Klub Guru Indonesia, dapat memiliki dan mengembangkan tiga kompetensi wajib. Apakah kompetensi tersebut? “Mempunyai dan aktif menggunakan e-mail dan mailing-list, mampu membuat presentasi multimedia dan memiliki blog,” paparnya.

Selain para guru, turut hadir dalam diskusi ini perwakilan dari Intel Indonesia, Southeast Asian Minister of Education Organization Regional Open Learning Centre (SEAMOLEC), Detik.comdan sejumlah pihak pendukung kegiatan KGI lainnya.

SAGUSALA

Dibahas pula dalam kesempatan ini tentang program SAGUSALA, alias Satu Guru Satu Laptop. Sejumlah enam vendor laptop merek dalam negeri, saat ini tengah terus melakukan penyesuaian kebijakan harga bagi para guru yang tergabung dalam KGI. Diskusi berlangsung sejak pukul 13.00 WIB dan dijadwalkan akan berakhir pada pukul 18.00 WIB.

Intel, berencana mem-bundle laptop yang nantinya masuk dalam program SAGUSALA tersebut dengan konten tentang belajar blog, pengetahuan PC fundamental dan sejumlah buku sekolah elektronik. Untuk pilihan sistem operasinya, nanti akan dibebaskan kepada para guru. “Intel akan memberikan sejumlah skema pengadaan laptop untuk guru, baik terkait spesifikasi teknis maupun model pembayarannya,” ujar  Arya Sanjaya, Business Development Manager, World Ahead Program, Intel Indonesia.

Esok, Minggu (22/3/2009), di tempat yang sama akan diselenggarakan Seminar Nasional dengan menghadirkan pembicara kunci Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa. Selain itu akan digelar Deklarasi Klub Guru Bandung Raya dan diikuti dengan workshop.pemanfaatan TIK bagi pempelajaran.

Adapun Detik.com, menyampaikan niatnya untuk mendukung kegiatan KGI, khususnya yang terkait dengan pelatihan kompetensi penulisan, nge-blog, pengelolaan media online baik aspek teknis maupun bisnis. “Pastinya, program pelatihan detikcom bagi KGI, guru maupun murid/siswa tersebut adalah tidak dipungut biaya apapun!” ujar Donny B.U., Head of Publisher Group Detik.com.

Keterangan foto: Atas: Sekjen KGI Mohammad Ihsan. Bawah: Peserta Silaturahmi KGI ( fta / dbu )
Silaturahmi KGI (dbu/dtk)

 

Tantangan Guru di jaman Digital

Menjadi guru di abad 21 (era digital) tidaklah sama dengan menjadi guru di abad 20 dan abad-abad sebelumnya. Dunia di mana kita hidup saat ini secara fisik dan teknologi telah berkembang lebih maju. Hal itu turut mempengaruhi cara manusia berada, berintearaksi, berrelasi, dan belajar.

Abad 21 adalah era digital. Di mana-mana orang mengggunakan peralatan digital. Mereka yang lahir paling tidak setelah tahun 1980-an adalah native speaker tekhnologi. Mereka fasih dalam menggunakan bahasa digital komputer, video games, internet, dan juga handphone. Mereka disebut digital native (DN). Sementara yang lahir sebelum tahun 1980-an disebut digital immigrant (DI) (paling tidak sebagiannya). Mereka mengadopsi banyak aspek dari tekhnologi. Tetapi seperti orang yang terlambat dalam belajar bahasa asing, mereka terkadang gagap dalam menggunakannya. Itu disebabkan karena paradigma yang mereka gunakan masih paradigma yang lama. Ambil contoh, ketika membeli hanphone atau camera digital yang baru, DI cenderung membaca buku manualnya terlebih dahulu sebelum menggunakannya. Padahal, anak-anak digital native biasanya langsung menggunakannya sambil mendalami bagaimana cara mengoperasikan fitur-fiturnya.

Anak saya yang berumur 4 tahun misalnya, sangat antusias dalam menggunakan peralatan digital. Dia bisa menggunakan hanphone, mengoperasikan DVD player, atau camera digital secara mandiri (sebelumnya dia memperhatikan bagaimana kami mengoperasikan alat-alat itu). Hebatya, dia dapat melakukan semua itu sebelum dia dapat membaca. Malahan tanpa saya ajari, dia bisa mengoperasikan handphone Nseries saya hanya dengan melihat fitur tutorialnya terlebih dahulu. Itu pun dia temukan secara kebetulan ketika mencoba mengutak-ngatik handphone yang saya tinggalkan di meja. Dengan cara yang sama dia bisa menjalankan games yang ada di dalamnya. Tanpa memahami bahasa Inggris, dia mencoba menerjemahkan petunjuk how to play yang ada pada tiap-tiap game itu – seturut pemahamannya – berdasarkan simulasi yang dilihatnya.

Kondisi riil abad 21 membuat orang dewasa termasuk para guru yang datang dari dunia pra-digital kesulitan untuk membangun komunikasi yang efektif dengan anak-anak atau para siswa dari era digital. Kebiasaan dan cara mereka belajar pun tentu sangat berbeda dengan kebiasaan dan cara para guru dan orang tua mereka belajar. Hal ini sering membuat kedua belah pihak, murid di satu pihak dan guru dan orang tua di lain pihak, sama-sama fustrasi.

Yang kurang kita sadari adalah para murid yang kita hadapi setiap hari berbeda secara radikal dari kita. Mereka tidak cocok dengan system pendidikan (abad 20) yang kita rancang (Marc Prensky, On the Horizon, 2001). Ada begitu banyak ketidaknyambungan di sana-sini. Para murid – digital native – menerima informasi secara cepat dari berbagai sumber-sumber multimedia, sementara para guru – digital immigrant – memberikan informasi dengan lambat dan dari sumber-sumber terbatas (hanya menggunakan buku teks, misalnya). Para murid suka melakukan beberapa kegiatan sekaligus (misalkan menyelesaikan tugas-tugas sambil mendengar musik dari iPod), sementara gurunya menghendaki untuk melakukan satu hal saja pada satu waktu. Para murid lebih suka melihat gambar, mendengar bunyi (musik) dan melihat video terlebih dahulu sebelum melihat teksnya, sementara gurunya memberikan teksnya dulu sebelum menunjukkan gambarnya atau mendengar atau menonton videonya. Murid ingin mengakses informasi multimedia hyperlink secara acak, gurunya lebih menyukai menyediakan informasi secara linier, logis dan berurut. Murid menyukai interkasi secara simultan dengan banyak orang (siswa lainnya), gurunya menginginkan siswanya untuk bekerja secara independent. Murid menyukai pelajaran yang relevan, menarik dan dapat langsung digunakan (secara instant), gurunya ingin mengikuti kurikulum dan memenuhi standardisasi (Marc Prensky).

Guru Harus Disiapkan

Lingkungan di mana orang bertumbuh memberi dampak yang besar pada cara dia bersosialisasi, berinteraksi, dan belajar. Perbedaan pengalaman ternyata juga berpengaruh pada struktur otak. Dr. Bruce D. Berry (Baylor College of Medicine) dengan tegas mengatakan, “Different kinds of experiences lead to different brain structures”. Perbedaan ini tentu sangat berpengaruh pada cara orang belajar atau berinteraksi. Soalnya sekarang adalah siapkah para guru kita menghadapi perbedaan ini? Apakah lembaga-lembaga pendidikan guru kita telah bekerja dengan giat untuk mempersiapkan calon pendidik yang bisa menjawabi tuntutan kebutuhan anak didik DN?
Tentu saja benar bahwa tidak semua anak yang lahir di atas tahun 1980-an adalah DN. Karena akses terhadap tekhnologi serta penguasaan atasnya sangat menentukan apakah seseorang termasuk DN atau tidak. Dari segi itu maka fakta-fakta yang diungkapkan di atas bisa saja belum terjadi di semua tempat di tanah air. Namun itu tidak berarti kita masih boleh santai.
Kita semua tahu bahwa tekhnolgi berkembang dengan cepat. Internet menjadi semakin penting bagi masyarakat kita dari hari ke hari. Seperti yang kita saksikan di berbagai pelosok dunia, revolusi internet secara fundamental dan signifikan sangat berpengaruh terhadap politik, pendidikan, dan interaksi antar manusia.

DN mengajar di Sekolah Nasional Plus Kallista Batam

Pesan Pizza di tahun 2020

Kira-kira apa kayak begini ya, kalo sistem data base sudah mengatur kehidupan manusia. Rekaman Percakapan telepon pemesanan Pizza tahun 2020 dengan seorang konsumen.

Operator : Terima kasih anda telah menghubungi Pizza Hot, Apakah yang bisa saya….
Konsumen : Heloo, saya mau pesan pizza.
Operator : Boleh minta nomor kartu KTP anda pak?
Konsumen : Tunggu, ini nih: 6102049998-45- 54610.
Operator : Ok pak Bejo, anda tinggal di jalan hangtuah no. 16, nomor telepon rumah anda 02177726378, kantor anda 021665872673 Hp anda 081127894022, anda menelpon dari mana?
Konsumen : Dari rumah, eh dari mana kamu tahu semua no telp saya?
Operator : Oh, kami terhubung ke database pusat pak.
Konsumen : Apakah saya bisa memesan Seafood Pizza?
Operator : Itu bukan ide yang bagus pak.
Konsumen : Kenapa?
Operator : Dari medical record bapak, bapak memiliki tekanan darah tinggi dan kolestrol yang sudah berlebihan.
Konsumen : Jadi kamu merekomendasikan apa?
Operator : Mungkin bapak bisa memesan Low Fat Hokkien Mee Pizza.
Konsumen : Dari mana kamu tahu kalo saya bakal suka itu?
Operator : Hmmm minggu lalu bapak baru meminjam buku yang berjudul “Popular Hokkien Dishes” dari
perpustakaan nasional.
Konsumen : Ok terserah lah, sekalian saya pesan paket keluarga, berapa semuanya ?
Operator : Tapi paket keluarga kami tidak akan cukup untuk anak anda yang berjumlah 7 orang pak, total keseluruhan adalah Rp. 190.000.
Konsumen : Bisa saya bayar dengan Kartu Kredit?
Operator : Sepertinya bapak harus membayar Cash, kartu kredit anda telah over limit, dan anda punya utang di bank sebesar Rp. 5.350.000 sejak bulan Agustus lalu, itu belum termasuk denda untuk tunggakan kontrak rumah anda dan kendaraan bermotor.
Konsumen : Ooh ya sudah, nanti saya ke ATM aja untuk narik duit sebelum orang mu datang nganter Pizza.
Operator : Mungkin nggak bisa juga pak, record anda menunjukkan bahwa batas anda menarik uang di ATM telah tercapai.
Konsumen : Busyet…. udah lah anterin aja pizzanya kesini, saya akan bayar cash disini, berapa lama Pizza diantar?
Operator : Sekitar 45 menit pak, tapi kalo bapak tdk bisa menunggu, bapak bisa mengambilnya sendiri dengan motor bebek bapak yang sudah butut.
Konsumen : APA ????
Operator : Menurut catatan kami, anda memiliki motor bebek tahun 2000 dengan no pol B3344CD betul kan pak?
Konsumen : Sialan luh, bangsat, kagak sopan banget seh buka-buka record gue, blom pernah ngerasain di tonjok ya!!
Operator : Hati-hati dengan ucapan bapak, apakah bapak ingat 15 Mei 2010 anda pernah di penjara 3 bulan
karena mengucapkan kata kotor kepada seorang polisi??
Konsumen : (Diamm, bingung, pusing 700 keliling, …!!!)
Operator : Ada yang lain pak?
Konsumen : Tidak ada, eh tapi kalo pesan paket keluarga kan ada gratis coca cola 3 cup kan?
Operator : Betul pak, tapi menurut catatan kami anda juga mengidap DIABETES, jadi kami tidak mau mengambil resiko pak…..
Konsumen : Siallaaannnnn. … BATALIN AJA SEMUA ………… …. !
Operator : Terima kasih atas teleponnya pak, untuk komplain, saran dan kritik anda bisa mengisi form online pada situs kami, username dan passwordnya tercetak pada bagian bawah kotak pizza yang anda pesan ……. terima kasih anda telah mengubungi Pizza Hot….

Apakah kita termasuk kategori Guru yang GABTEK?

 

Sudah saatnya guru akrab dengan IT

Sudah saatnya guru akrab dengan IT

Masih ada saja guru yang gaptek tehnologi, bahkan masih ada juga guru yang belum tahu menghidupkan dan mematikan komputer. Ironis. Dari pengalaman dan keseharian, lab tidak dimanfaatkan secara maksimal. Ada aja alasannya. lambat loadingnyalah, apalah dan sebagainya dan sebagainya. Seolah-olah lab komputer hanya diperuntukkan untuk Guru bidang studi Komputer yang berkepentingan mengajar materi komputer terhadap murid-murinya saja. Pengalaman memprihatinkan yang  bisa kita jadikan sebagai contoh kasus adalah : Disaat saya terlibat suatu Komunitas Kelompok Kerja guru salah satu bidang studi, Saya menemukan hal yang sangat mengherankan ,yaitu dari seluruh guru yang hadir kurang lebih 25 orang hanya sekitar 2 orang yang pernah bersentuhan dengan apa yang dinamakan internet,…..luaaar biasa. padahal saat ini kita hidup dijaman DIGITAL yang notabene apapun dijagat raya ini ,semuanya ada didalam suatu media yang dinamakan internet,… IRONIS bukan? Mau jadi apa bangsa ini kalau tenaga pengajar/pendidiknya tidak tahu tentang arus transfer informasi dan tehnologi yang sudah begitu deras mengalir diseputar hidup kita terutama di dunia pendidikan. Bagaimana kita mau mengarahkan generasi dibawah kita kemana harus menuju? Bagaimana kita harus memblok informasi negatif ke anak didik kita kalau kita tidak meng upgrade SDM kita?

Untuk itu kita harus membuka mata dan kesadaran kita bahwa harus kita akui “Siapapun /pihakmanapun yang lebih dulu mengetahui atau menguasai Tehnologi, dia pasti berada diposisi yang jauh lebih maju dibidang apapun dari kita” Sebelum kita mencari siapa yang salah akan keadaan dan kondisi kita saat ini, marilah kita koreksi diri kita terlebih dahulu, 

1. apakah kita memang tidak tahu ?

2. apakah kita memang tidak mau tahu?

3. apakah tidak ada pihak yang memberitahu?

4. apakah kita tidak mau mengupgrade diri tentang pentingnya IT

5. apakah kita tetap akan berdiam diri setelah membaca tulisan ini?

Tentunya hanya diri kita yang bisa menjawab keadaan ini dan yang terakhir ,apakah kita termasuk didalam kategori Guru yang GABTEK alias Gagap teknologi?.  ……Wasalam

Blog Goes to School

Dewasa ini kita sering mendengar sebuah kata yang terkesan asing tetapi cukup akrab di telinga kita,Mungkin sebagian besar dari kita cukup mengabaikan istilah itu karena istilah itu sekilas mirip dengan sebuah kata penunjuk alamat yaitu “Blog” biasa kita mendengarnya sehari-hari menunjukkan tempat atau alamat seseorang di suatu komplek atau perumahan. Tetapi “blog disini yang kita maksud adalah suatu media untuk menuangkan ekspresi,apresiasi atau bahkan sebagai media Curhat bagi sebagian orang atau bahkan suatu wadah actualisasi seseorang terhadap publik dalam menyikapi berbagai hal, kejadian yang terjadi dilingkungan sekitar kita, Untuk mendivinisikan lebih tepatnya silahkan sesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi seseorang saat menulis / memposting tulisan kedalam wadah atau blog itu sendiri.

Kali ini penulis cenderung memfokuskan tentang pengenalan “Blog” kepada siswa-siswi atau lingkungan pelajar di sekolah agar supaya dapat mengenal “BLOG” serta kegunaannya, kalau kita perhatikan , Blog adalah suatu sarana yang sangat efektif untuk pelajar dalam menuangkan ide kreasi yang selama ini mungkin terpendam hanya didalam benak masing-masing, lebih pentingnya lagi blog merupakan sarana untuk berbagi kemajuan informasi di jaman digital yang serba cepat dfan instan ini,….bahkan mungkin kalau kurang cepat pelajar mensikapi perkembangan jaman dalam bidang informasi dan tehnologi akan selalu tertinggal dengan pelajar dari bangsa-bangsa lain yang nota bene sudah duluan menguasai serta familiar dalam menggunakan media ini.

Apakah memang ada nilai tambah dari sekolah nasional-plus?

dscn28791

 

 

Jakarta (The Jakarta Post: 01/10/06) Minat pada pendidikan di Indonesia meningkat dengan pesat dalam lima tahun terakhir ini, dan banyak sekolah di Indonesia kini mengklaim sebagai sekolah ‘nasional plus.’ Artinya memang masih belum begitu jelas bagi masyarakat umum maupun para orang tua murid, namun jelas bahwa sebutan nasional-plus ini merupakan suatu alat pemasaran yang efektif untuk menarik minat siswa baru untuk mendaftar. Banyak yang dibutuhkan untuk menjadi sebuah sekolah nasional plus, lebih dari sekedar alat pemikat yang seringkali menyesatkan.Sebagian dari masalah ini muncul karena hingga sekarang belum ada definisi resmi mengenai apa yang dimaksud dengan sekolah nasional-plus. Pemerintah sedang mengeksplorasi ide mengenai sekolah nasional plus namun belum sampai pada kesimpulan sekolah yang bagaimana yang layak untuk disebut sebagai sekolah nasional plus.

Asosiasi Sekolah Nasional-Plus (ANPS), yang didirikan pada tahun 2000, telah menghasilkan sejumlah dokumen yang menjabarkan tujuh karakteristik persyaratan untuk menjadi sebuah sekolah nasional plus. Asosiasi ini juga telah menentukan kriteria-kriteria menjadi sekolah nasional plus yang terakreditasi oleh ANPS.

Karakter-karkter dari sekolah nasional plus adalah: sekolahnya harus sudah maju, terdokumentasi, menerbitkan dan menerapkan serangkaian kebijakan yang jelas; ada pengetahuan dalam menghormati nilai nilai budaya Indonesia, perbedaan dan lingkungan alami, murid dididik dan mampu berkomunikasi baik dalam bahasa Indonesia maupun Inggris; ada suatu komitmen untuk merencanakan dan mengimplementasikan perkembangan professional staff yang berkelanjutan; sekolah mengembangkan dan menggunakanan hasil pembelajaran nasional dan internasional dalam kerangka kurikulum mereka; program-program pendidikan, metode pengajaran dan ruang praktek penilaian yang mendukung pembelajaran yang berpusat pada murid, dan  kisaran yang tepat atas sumber dan fasilitas untuk mencapai hasil pembelajaran yang dijabarkan.

Sekolah-sekolah dapat menjadi anggota dari ANPS, tetapi dalam satu tahun harus mengumpulkan dokumentasi-dokumentasi tambahan untuk kemudian bisa diakreditasi sebegai kelas A, B atau C.Ada hampir 60 sekolah yang mendaftar anggota, tetapi sejauh  ini hanya 5 sekolah yang sudah di-akreditasi sebagai kelas A di sekolah ANPS.  Sekolah-sekolah itu adalah: sekolah Tiara Bangsa-ACS (internasional) Jakarta, Sekolah Global Jaya, Sekolah Bina Nusantara, Sekolah Bogor Raya dan Sekola Ciputra (di Surabaya). Sementara, beberapa sekolah lain belum menyerahkan dokumentasi yg dipersyaratkan dan menunggu konfirmasi atau kalau tidak menunggu status mereka.

Apakah keuntungannya menjadi sekolah ANPS? ANPS menerbitkan laporan berkala setiap triwulan, punya website aktif yang menampilkan informasi pendidikan yang selalu diaktualisir, melaksanakan konferensi tahunan untuk para staf yang bekerja di taman kanak-kanak atau guru-guru di sekolah dasar atau lanjutan, menggelar pelatihan kerja (job-alike) untuk kelompok spesialis ataupun bukan spesialis  dan forum untuk para pimpinan, mengadakan tour untuk sekolah, menyelengarakan festival kesenian dan berhubungan dengan pemerintahan serta lembaga-lembaga pendidikan non pemerintah.

Suatu cara yang lebih tepat untuk menggambarkan apa yang terjadi dalam sekolah ANPS yang ter-akreditasi adalah dengan melihat bagaimana sekolah-sekolah merespon hal-hal berikut ini: 
– Apakah etos dan budaya dari sekolah ANPS?
– Tipe pembelajaran apakah yang dilaksanakan di sekolah? 
– Tipe struktur keorganisation apa yang dimiliki sekolah ANPS? 
– Kepada siapa atau apa sekolah ANPS bertanggung jawab?

Setiap sekolah menampilkan sentuhan yang berbeda, dan ini menunjukkan kepercayaan, nilai dan juga sikap mereka. Hal ini juga sering menyatakan pernyataan visi dan misi mereka dan mempengaruhi perekrutan staf dan orang-orang kunci. Sekolah ANPS mengenali pembelajaran sebagai proses seumur hidup dan itulah pusat dari tujuan sekolah itu. Jadi pembelajaran adalah penting untuk menemukan tuntutan perubahan dan untuk mengembangkan potensi dari setiap individu.

Teori baru dari pembelajaran telah muncul di dekade terakhir ini, yang membantu kita untuk memahami bagaimana melepaskan dan meningkatkan kapasitas simpanan otak. Sementara kita mempunyai 100 milyar sel otak, kita biasanya hanya memakai antara 1 sampai 5 persen saja. Otak berkembang dengan membuat koneksi dan akan berkembang pesat pada lingkungan yang multi sensorik. Mengajar strategi yg menstimulir dan mengaktifkan kapasitas cadangan dari otak menjadikan murid mampu untuk menerima level motivasi dan pekerjaan yang lebih tinggi dari pembelajaran mereka.

Hasilnya adalah bahwa para murid harus mengembangkan sikap-sikap positif dan kreatif untuk pembelajaran sehingga bisa menjadi pelajar yang mumpuni. Pada saat pelajar menjadi gemar belajar dan antusias, serta menyadari bahwa pembelajaran adalah mengasyikkan, mereka kemudian akan mampu mendorong batasan keluar dan ke atas sehingga meluaskan kreatifitas mereka.

Sekolah ANPS kemudian mengenali bahwa setiap orang mempunyai kapasitas untuk belajar dan berkembang. Tanpa kultur belajar yang melekat, murid tidak akan diperlengkapi untuk menghadapai tantangan di masa depan. Mengunjungi suatu sekolah dengan kultur pembelajaran yang nyata juga menunjukkan bahwa ada hubungan kerja yang efektif antara orang tua, guru, murid dan komunitas sekolah yang lebih luas. 
Hubungan pada umumnya didasarkan pada suatu komitmen untuk berkembang, dan itu menyokong ide dari adanya hubungan yang saling percaya dan menghargai.

Dalam kontek Indonesia, ini berarti bahwa suara orang tua kadang-kadang akan sangat keras, kuat dan kadang negatif. Kendati begitu, itulah suara kolektif yang harus didengar dan ditanggapi, terutama kalau itu bisa mengarah pada perkembangan substantif di sekolah. 
Keterlibatan orang tua dapat terwujud dalam sejumlah hal, antara lain adalah pengumpulan relasi dan dana, dua hal yang penting bagi sekolah. Hubungan dengan orang tua haruslah autentik, kontinyu dan realistik dan ini akan sangat beragam dari sekolah satu dengan sekolah lain. Yang jelas, adalah, bahwa suara para orang tua didengar dan perhatian yang tulus selalu diberikan secepatnya.

Struktur organisasi dari setiap sekolah juga berbeda, karena setiap sekolah diatur oleh sebuah yayasan yang menerapkan visi dan misi khusus bagi sekolah. Bagaimana itu semua diintrepretasikan dan diimplementasikan oleh kepala sekolah dan pimpinan sekolah akan sangat tergantung pada nilai dan pengharapan dari komunits sekolah yang lebih luas.

Pada umumnya, model birokrasi kepemimpinan dari atas ke bawah dihindari dan perjalanan kepemimpinan dibagi oleh beberapa orang. Pada suatu forum kepemimpinan di Bali, Brian Cox dari sekolah Pelita Harapan baru baru ini meringkas pendekatan ini dengan menekankan bahwa pimpinan efektif “Jangan beri tahu orang bagimana mencapai tujuan; (itu) menjadi batasan dalam hal mana mereka secara kreatif bisa terpenuhi.”  Panitia eksekutifnya adalah sukarelawan dari sekolah-sekolah anggota yang terdiri dari 13 kepala sekolah dan pemilik yang bertanggung jawab mengatur aktifitas ANPS.

Adapun kegiatan yang direncakan untuk tahun akademik ini termasuk: 3 konferensi guru yang meliputi pendidikan taman kanak-kanak, sekolah dasar dan lanjutan, tiga sesi pembicaraan untuk isu-isu di bidang pendidikan; 2 festival kesenian untuk murid, 10 sesi pelatihan dan di tahun 2007 ada trip kepemimpinan ke beberapa sekolah independen yang terkemuda di Australia.

Hubungan dengan orang orang pemerintahan dan dari deparment yang penting juga di jaga, sehingga ANPS bisa terus mengikuti perkembangan dan dapat informasi terkini dari sikap, kebijakan dan permintaan pemerintah. Hubungan dengan badan-badan lain yang memberikan pengembangan profesional bagi guru di ANPS juga kuat. Sebagai contoh, Teachers Institute dan the School Quality Improvement Program (SQIP) yang dijalankan oleh Sampoerna Foundation, akan menggunakan sejumlah nara sumber dari ANPS dan sekolah-sekolahnya untuk berpartisipasi dalam konferensi dan sekolah-sekolahnya.

Inilah realitasnya bahwa sekolah berada dalam posisi kritis serta bertanggung jawab pada para pemangku kepentingan. Ada penambahan tekanan dari orang tua, sebagai contoh, mendapatkan nilai untuk uang, nilai test, benchmarking, program bahasa China, penggunaan bahasa Inggris di luar kelas, perkembangan dari tahun ke tahun, dan penambahan pilihan program esxtra-kurikuler.

Secara signifikan, isu yang semakin komplek dan menuntut kini menghadang para pendidik, baik secara operasional ataupun strategi dalam menerapkan reformasi yang akan menaikkan kualitas dari pembelajaran di sekolah. Asosiasi dari sekolah plus nasional mendukung pandangan bahwa orang-orang muda akan menjadi pelajar yang efektif, efisien, flesible dan kreatif ketika kepemipinan yang ber-sentral pada murid didukung dan diterapkan. 
Pada pertengahan bulan September, lebih dari 150 pimpinan sekolah dari sekolah ANPS bertemu di Bali untuk pertemuan forum kepemimpinan. Fokusnya adalah “kepemipinan dalam praktek” dan itu menjadi jelas bahwa ada pendidik-pendidik yang brilian di sekolah kita yang mengembangkan program dari kualitas akademik dan kekakuan internasional. Ini adalah bukti bahwa mereka berbagi kepercayaan bahwa sebagai pimpinan sekolah di Indonesia mereka punya kewajiban untuk mengembangkan sekolah mereka dan mentransformasi sekolah mereka menajdi komunitass pembelajaran yang efektif.

Pemerintah tidak dikenal dalam pengambilan resiko yang diperhitungkan.  Dengan sensitifitas pada budaya imperatif  yang begitu kentara dalam pendidikan di Indonesia, pimpinan dari sekolah-sekolah ANPS telah menerima tantangan untuk bekerja bersama-sama dan mengambil resiko dari peng-internasionalisasi-an sekolah mereka dan membuat lingkungan pembelajaran yang menggairahkan dan kreatif. Jelasnya bahwa sungguh ada nilai plus sebagai sekolah nasional plus, tapi akan ada lagi nilai plus plus dengan menjadi sekolah ANPS yang aktif dan terakreditasi.
 
Penulis adalah kepala dari Asosiasi Sekolah Nasional Plus dan Direktur Eksekutif dari Sekolah Tiara Bangsa – ACS (Internasional) Jakarta.

 

Blog menurut orang Indonesia

Baiklah kita mulai definisi blog dari beberapa tokoh dunia blog Indonesia yang cukup dikenal oleh berbagai kalangan :

Blog adalah cara mudah untuk mengenal kepribadian seseorang Blogger. Topik-topik apa yang dia sukai dan tidak dia sukai, apa yang dia pikirkan terhadap link-link yang dia pilih, apa tanggapannya pada suatu isu. Seluruhnya biasanya tergambar jelas dari Blog-nya. Karena itu Blog bersifat sangat personal.

Dikutip dari blog Enda Nasution, Bapak Blogger Indonesia dalam tulisan berjudul Apa Itu Blog ?.

Definisi Blog yang cukup spesifik dikemukakan oleh Priyadi dalam tulisannya yang berjudul Definisi Blog:

Definisi blog menurut saya adalah:
– Berisi tulisan yang disusun secara kronologis
– Mengandalkan perangkat lunak CMS
– Memiliki fasilitas komentar
– Memiliki format sindikasi, misalnya RSS atau Atom
– Tulisannya dibuat dari sudut pandang pribadi penulisnya

Definisi blog menurut Budi Rahardjo yang dikutip dari Direktif dalam Tantangan Sang Petualang

Blog adalah catatan berkala yang dibuat oleh seseorang atau sekelompok orang yang dapat diakses melalui web dan dapat dikelola dengan menggunakan (basis) web.

Definisi blog menurut Labibah Zain, Pendiri Blogger Family dalam tulisan berjudul Potret Pergaulan Era Global yang dimuat di Harian Kompas tanggal 2 Mei 2005:

WEB dan log (weblog) adalah media di mana pemiliknya menuliskan catatan pengalaman pribadi, opini berupa tulisan maupun gambar yang bisa terus diperbarui dan diakses melalui internet. Pemilik weblog-disebut weblogger-bebas mencurahkan pemikiran baik berupa tulisan maupun gambar di situ, melengkapi dengan desain yang diingini dan melengkapinya dengan fasilitas yang memungkinkan terjadinya interaksi antara pemilik dan pengunjung weblog-nya.

Dalam wikipedia Indonesia diketemukan definisi blog adalah :
http://id.wikipedia.org/wiki/Weblog

Sebuah Weblog, Web log atau singkatnya Blog, adalah sebuah aplikasi web yang memuat secara periodik tulisan-tulisan (posting) pada sebuah webpage umum. Posting-posting tersebut seringkali dimuat dalam urutan posting secara terbalik, meskipun tidak selamanya demikian. Situs web semacam itu biasanya dapat diakses oleh semua pengguna internet sesuai dengan topik dan tujuan dari si pengguna blog tersebut.

Definisi Blog dalam forum Blogfam.
Definisi blog dalam topik Blog dalam 25 Kata yang diposting di Forum Blogger Family, antara lain :

Blog adalah tempat mencurahkan kata hati dan tempat menceritakan kegiatan kehidupan kita, serta wadah untuk berkenalan dengan teman baru.
http://yovitaatmadjaja.blogspot.com/

Blog adalah proses belajar, belajar hidup, belajar berbagi, dan belajar berbuat
http://wasugi.blogspot.com/

Blog adalah tempat segala hal bisa didapat dan saking banyaknya susah disebutkan satu persatu apalagi dengan batasan dua puluh lima kata tanpa tawar-menawar, yay!
http://airyh.blogspot.com/

Blog adalah tempat menceritakan keseharian yang nantinya menjadi sebuah kenang-kenangan yang indah, juga tempat berinteraksi dengan kawan-kawan maya.
http://sherly.co.nr/

Blog adalah tempat saya bisa dapetin teman ngobrol, diskusi dan bercanda di dunia maya tanpa harus ngucapin Hi, ASL plz terlebih dulu
http://tigasatuempat.com/

Blog adalah tempat untuk tuangan pikiran, mimpi-mimpi, dan emosi sang penulis blognya.
http://rara-scratchblog.blogspot.com/

Blog adalah rumah kedua saya.
http://momm-on-the-net.blogspot.com/

Blog adalah tempat berekspresi.
http://toekangtidur.blogspot.com/

Blog adalah tempat belajar, belajar bercerita, belajar menulis, belajar segala hal, belajar menjalin komunikasi dg orang lain, dan belajar utk tetap bersilahturahmi .
http://nice-green.blogspot.com/

Blog adalah tempat mengeluarkan unek-unek, mencari referensi apa aja, berbagi informasi, berexperimen dengan design dan kode-kode.
http://www.15june.com/

Blog adalah buku harian saya dan catatan perjalanan hidup!
http://elly.co.nr/

Blog adalah tempat untuk bercerita, tanpa suara tapi sarat makna.
http://farizfaza.blogspot.com/

Blog adalah kumpulan huruf-huruf b, l , o , dan g yang membentuk menjadi suatu kesatuan yan indah.
http://wag.folieadeux.org/

Blog adalah sesuatu yang bikin saya betah lama-lama berduaan sama si kompie.
http://qpunk.blogspot.com/

Blog adalah sarana saya untuk menuangkan apa yang ada dalam pikiran kedalam bentuk tulisan.
http://www.modestmind.com/

Blog adalah rumah kedua dan tempat paling nyaman untuk mengekspresikan karya dan rasa.
http://tepu-thewur.blogspot.com/

Blog adalah saya.
http://cien2sworld.blogspot.com/

Blog adalah kontekstualisasi dimensi antara paradigma, psikosis, dan narasi immaterial dengan gravitasi realita yang memadat, mengkristal menjadi metakonstruksi maya dalam nurturan identitas eksponensial sang pemiliknya.
http://www.petervalentino.org/

Blog adalah “harta gw yg baru”
http://www.buih-ombak.com/

Blog adalah diary online yg asik buat sharing tentang apa saja dengan siapa saja.
http://www.greatday.blogdrive.com/

Blog adalah tempat aku mencurahkan inspirasi, uneg-uneg, kesukaan, kecintaan, romantika, syair kehidupan, transformasi air mata menjadi kata, halaman kosong saat hiatus, atau sekedar menyapa: halo! apa kabar?
http://clodi.tk/

Blog adalah tempat untuk mencurahkan isi hati, saat kita gak tau lagi harus curhat kepada siapa.
http://eyamilky.blogspot.com/

Blog adalah saksi bisu kehidupanku.
http://lovewoodrealm.net/alter

Blog itu tempat seorang Yaya mencurahkan isi hati yang lagi senang atau sedih dalam bentuk puisi, cerita ataupun diary.
http://yayajanuary.blogspot.com/

Blog adalah Tempat Curahan Hati Dan IdeKu.
http://lembarancinta.com/

Blog adalah tempat sharing sgala macem, termasuk yg macem2, *loh*
http://ketek90.blogsome.com/

Definisi Blog Menurut Ibu – Ibu.
Maknyak juga pernah menanyakan definisi blog pada ibu-ibu yang sudah/pernah berumah tangga. Inilah definisi blog menurut para ibu-ibu tersebut yang saya ambilkan dari topikpertanyaan seputar blog: Buat ibu-ibu only.

Blog adalah tempat buang unek2 walopun gak semua unek2 terbuang tapi paling tidak ada pelampiasannya.
http://alicehellwig.blogspot.com/

Blog bagi saya sama halnya dengan buku harian. Bedanya hanya sarana dan pembacanya buanyaaakkk.Blog tempat saya menuliskan kejadian masa lampau dan masa kini. Pokoknya gimana mood deh.
http://mapleaf.blogspot.com/

Jurnal online.
http://www.sepotongroti.de/

Blog itu adalah tempat nulis-nulis apa yg dirasakannya atau memperlihatkan hasil karya pribadi. belakangan ini saya malah setuju dg istilah blog = diary online. biarpun bukan pribadi asli yg ada di sana, toh apa yg ditulis/diperlihatkan/digambarkan adalah kejadian-kejadian dalam hari-hari pribadi tersebut.
http://www.sketsahati.com/

Blog adalah kumpulan cerita/tulisan yang dipostingkan secara regular oleh si empunya blog didunia maya yang dapat diakses oleh internet.
http://stradivari.blogspot.com/

Blog menurut saya.. adalah sebuah sarana dimana kita bisa menuangkan segala keinginann hati kita.. sarana pemuas hasrat jiwa begitu bahasa ngelanturnya dan juga sarana tuk memperluas pergaulan dan wawasan.
http://www.dayuilvania.com/

Jurnal on line yang dapat diakses tanpa batas geografi yang ada.
http://www.familiedyka.blogsome.com/

Blog menurut aku : seperti buku jurnal/harian tp online,tempat mencatat apa yg kita mau, ntah itu ttg kehidupanku sehari hari atau apa yg ada dipikiranku.
http://so-aja.blogspot.com/

Blog adalah tempat menulis di internet yang bisa dibaca oleh orang lain.
http://momm-on-the-net.blogspot.com/

Spt yg lain, online diary/journal
http://www.ikaray.com/journal

* Online diary
http://findinghani.blogspot.com/

Diary online atau jurnal online…yah semacam itulah.
http://lizamolly.blogspot.com/

Diary kali yak..
http://teteh.blogsome.com/

Online diary, tempat membagi pengalaman dan mencurahkan uneg-uneg.
http://rwidiani.blogspot.com/

Blog = diary, tempat berekspresi, tempat menyalurkan bakat menulis/bakat bercerita, tempat menyampaikan ide/pendapat/opini.
http://www.alamsyah.net/lamaman

Blog itu sebenernya tempat untuk mencatat “perjalanan” seseorang di dunia maya; kalau dunia non-cyber mungkin bisa disamakan dgn logbook. Jadi isinya url-url apa yang kita kunjungi, mungkin dilengkapi data ttg tanggal dan waktu, dan isi si url tersebut.
http://jauhdarirumah.blogspot.com/

Buat saya, sebagai seorang yang gak suka nulis journal / diary, Blog adalah tempat penyaluran hasrat :
– hasrat bergaul
– hasrat nyoba – nyoba dan belajar html
– hasrat pamer ( hasil resep masakan baru yang dicoba, etc )
– hasrat menulis kalo lagi mood
http://www.bungaputih.blogspot.com/

Semacam jurnal/ gak jurnal banget online.
http://www.nasutionfam.blogspot.com/

Catatan kehidupan yang bisa dibaca lagi suatu waktu nanti. Kayak diary gitu deh.. Juga tempat kita share dan berbagi pengalaman.
http://nanmay.blogspot.com/

Blog itu tempat kita menumpahkan segala macam uneg-uneg. Kalo untuk saya sendiri blog itu saya gunakan untuk menuliskan aktifitas sehari-hari.
http://kisah-kami.blogspot.com/

Seperti artinya BLOG=WeBLOG, catatan-catatan yang ditulis di web.
http://anaklauts.blogspot.com/

Karena selama blogwalking kebetulan blog yg dikunjungi umumnya berisi semacam diary, yaa.. akhirnya jatuh pada kesimpulan bahwa mnrt elsa, blog itu catatan ringkas ttg lintasan-lintasan kejadian yg (pernah) kita alami.
http://www.coretanharian.blogspot.com/

Blog adalah jurnal yang diupdate secara rutin, baik utk menunjang kegiatan marketing (sarana promosi berupa update-an terbaru ttg produk yang dijual penulis blog), kegiatan berdakwah, kegiatan komunikasi dengan keluarga dan teman (sehingga tidak perlu mengulang menulis dan mengirim email dengan cerita yang sama ke mereka), kegiatan melatih diri utk terbiasa menganalisis peristiwa/masalah, kegiatan melatih ingatan/memory dan kegiatan provokatif (whatever that means..he he he..japri deh kalo gak jelas, sapa tau nanti bisa saya jelaskan dengan lebih rumit dan bikin tambah bingung).
http://durin.pitas.com/

Semacam catatan harian yang bisa dan memang ditujukan untuk dibaca publik tanpa batasan ruang dan waktu, kadang juga tanpa batasan usia dan profesi.
Apa yang ditulis dalam catatan harian ini bisa bervariasi, mulai dari URL yg menarik (seperti tujuan awal weblog pada awal kemunculannya), kumpulan karya (tulisan, digital art, lukisan, fotografi,…), opini, atau rekaman kegiatan sehari2.
http://jalankenangan.net/

Hmmm apa ya mak ?? Kayaknya sich jurnal tentang apa yg udah dialamin tiap harinya..(klise ya??..hehehehehehehehe..biarin dech)
· Report buat suami yg lagi jauh..jadi dia tau opie lg ngapain aja..lumayan obat kangen..
http://fishi2.blogspot.com/

Dulu renha nganggep blog itu diary online (waktu.. masih single dulu), tapi skrg mah.. kayaknya semacam kumpulan tulisan apa aja yg pengen di tulis yg mpunya blog..
http://renha.blogdrive.com/

* Tempat menyalurkan segala hasrat yang ada di hati dan di kepala.
http://www.keluarga-yurdi.blogspot.com/

Blog menurut saya sama aja seperti buku diary, cuma kalo ini ditulisnya bukan dibuku tapi di sebuah online journal.
http://www.dekap.com/

Menurut saya, blog adalah suatu wadah tempat kita menuliskan apa2 yang kita rasakan dalam keseharian kita. Jadi blog adalah tempat kita menuangkan pendapat kita (ciee…) atau perasaan kita terhadap peristiwa yang terjadi di sekeliling kita.
http://keluargazulkarnain.blogspot.com/

Tempat mencurahkan apa yg ada didlm kepala dan perasaan. Walopun sebenarnya saya tdk punya bakat utk menulis tp saya teh nekad.
http://syafa.blogdrive.com/

Definisi blog menurut aktivis perempuan, Sofia Kartika yang bekerja di Yayasan Jurnal Perempuan dan juga adalah pemilik http://www.girlthink.blogthing.com dalam artikel di Harian Kompas yang berjudul “Blog”, Bukan Sekadar Pergaulan.

blog adalah ruang alternatif sebagai media untuk menyalurkan kebutuhan menuliskan pengalaman yang dirasakan teman-teman yang bergulat di penguatan hak perempuan.

Definisi Blog sebagai media Jurnalisme.

Blog adalah self publishing journalism, saya mencoba bertolak pikir dari terminologi ini. Self publishing journalism saya artikan secara sederhana sebagai jurnalisme yang dipublikasikan secara mandiri, independen.
Dikutip dari blog Dhika dalam Muslimblog Dan Sebuah Pikiran Sederhana.

Blog adalah sebuah bagian dari jurnalisme namun dalam kualitas sebagi jurnalisme tradisional.
http://www.kusaeni.com/blog/blog-vs-jurnalisme

Definisi Blog menurut Lembaga Kursus/Pelatihan BabaStudio, yaitu :

Blog adalah situs web pribadi yang sekarang sedang trend digunakan oleh berbagai kalangan, baik itu masyarakat awam ataupun profesional untuk membagikan pengalaman, wawasan, pendapat, portfolio ataupun pandangannya tentang apa saja kepada masyarakat. Web Blog juga sebagai ungkapan jati diri atau keberadaan Anda dalam dunia maya.

Definisi blog lainnya dari hasil googling, antara lain :

Blog adalah jargon yang berasal dari weblog, sebuah halaman web yang berisi catatan atau log. Catatan ini bersifat bebas dan independen tergantung seorang blogger mengisi blognya untuk tujuan tertentu, baik bersifat personal atau pun profesional.
Dikutip blog Yulian Firdaus dalam Blog Sebuah Kemajuan Literasi di Indonesia.

Blog adalah sebuah industri, sebuah media baru, sebuah teknologi. Bahkan juga blog merupakan sarana komunikasi dan diskusi dengan lebih terbuka.
Dikutip dari Warna Dunia dalam Selamat Hari Valentine !

Blog adalah sebuah sarana dimana penulis – penulisnya (dalam hal ini perusahaan) dapat memuat tulisan mereka tentang segala sesuatu yang memiliki arti untuk mereka.
Dikutip dari blogosphere-juice-up!

blog adalah sebuah bentuk penghindaran terhadap dominasi media.
Dikutip dari Dewi Satriyani dalam Vote BLogger For Documentary Film.

blog adalah cerminan dari pendapat pribadi penulis blog tersebut, yang jelas bergantung dari kiblat politiknya (kalau ada), kepercayaan, pengalaman sebelumnya, dsb. Sehingga kadang tertuang secara tidak obyektif, bias, dan tendensius.
http://harry.sufehmi.com/archives/2005-05-11-909/

blog adalah teman, sahabat, cermin, motivator, inspirator dan pelepas lelahku saat waktu kerja.
Dikutip dari blog Teman Baik.

Blog sebagai alat dituliskan dalam sebuah tulisan dengan judul Membangun Brand dengan Memanfaatkan Blog.

Blog pada hakikatnya adalah alat yang memudahkan seseorang menuliskan apa yang dipikirkannya melalui suatu jurnal bertanggal.

Hahaha… definisi blog sebagai sebuah kendaraan, saya temukan juga di http://haryspoenya.blogspot.com/

blog adalah sebuah taxi yang setia mengantarku ke berbagai macam jalan kehidupan.

Saya pun akhirnya ikutan membuat definisi blog yang berbau psikologis melalui tulisan saya pada bulan Mei 2005 yang lalu:

blog adalah suatu media web online yang digunakan untuk mengungkapkan dan mengekspresikan pikiran, emosi dan perilaku seseorang atau kelompok sebagai jawaban atas kebutuhan interaksi sosial dan aktualisasi diri untuk menunjukkan eksistensinya sebagai manusia dari waktu ke waktu.

Demikianlah definisi blog yang menjadi arsip saya saat ini, meski saya sudah melakukan upaya pengumpulan data yangagak ilmiah, namun sepertinya masih banyak definisi blog menurut orang Indonesia yang terlewatkan. Mangga jika ada yang ingin mengoreksi, atau menambahkan definisi yang telah terkumpul diatas.

Sepertinya ada yang kelupaan deh… Definisi ini cukup terkenal dan terbukti 68% blogger Indonesia pernah mengutip definisi blog tersebut. Berikut adalah definisi blog dari seseorang tokoh telematika yang memutuskan untuk tidak punya blog, yaitu KRMT Roy Suryo :

Blog itu satu tren saja. Jadi, seperti agenda yang bisa ditulisi macam-macam. Saya melihat blog sendiri kebanyakan masih berupa katarsis atau tempat curahan emosi.

Dikutip dari Media Indonesia dengan judul berita ‘Blog’, Sarana Informasi Alternatif

Tags: 

  • EBOOK GRATIS
  • Visit www.batamdigitalisland.com - Bersama menjadikan Batam Digital Island.